Home Daerah Bimtek Tata Kelola Persampahan, Clara Wanalita: Paparkan Tantangan dan Langkah Pemulihan Pengelolaan...

Bimtek Tata Kelola Persampahan, Clara Wanalita: Paparkan Tantangan dan Langkah Pemulihan Pengelolaan Sampah

Clara Wanalita, Pj Kades Sawir Tambakboyo, Tuban. Foto: Firnas/PTB

Tuban – Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Tata Kelola Layanan Persampahan yang digelar di Hotel Lynn, Kecamatan Tambakboyo Tuban, Penjabat Kepala Desa Sawir, Clara Wanalita mengungkapkan kondisi riil sekaligus rencana pemulihan program pengelolaan sampah di wilayahnya yang sempat berhenti berjalan.

Dalam pertemuan tersebut, Clara menjelaskan bahwa program pemilahan sampah sebenarnya sudah pernah disusun, namun sempat mati suri. Kini program itu akan dihidupkan kembali seiring beroperasinya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang sudah dimiliki desa.

“Yang paling utama harus kita ubah terlebih dahulu adalah pola pikir masyarakat. Diperkirakan kesadaran warga saat ini baru sekitar 50 persen, sisanya masih perlu pendekatan dan pemahaman bersama,” ujarnya saat berbincang usai sesi materi BIMTEK, Selasa (4/8/2026).

Pihaknya menyusun strategi bertahap saat pendampingan dimulai: pertama mengumpulkan perangkat RT, RW, dan perwakilan warga di Balai Desa, memberikan waktu dua hingga tiga hari agar informasi tersebar antarwarga, baru kemudian melakukan pendekatan dari rumah ke rumah dengan memulai dari lingkungan ketua RT setempat. Sosialisasi akan difokuskan pada pemilahan sampah terlebih dahulu sebelum membahas aturan retribusi.

Berbagai kendala mendasar juga diungkapkan. Dari sekitar 800 kepala keluarga yang ada di Desa Sawir, tempat sampah yang tersedia baru mencapai sekitar 300 unit. Sebagian besar fasilitas itu hanya diletakkan di jalur utama, sehingga warga yang tinggal di area gang dalam belum memiliki akses yang memadai.

“Sebagian warga sebenarnya bersedia berkontribusi membayar retribusi, asalkan kami sanggup menyediakan tempat sampah yang layak. Namun kendalanya, anggaran di APBD Desa belum ada pos khusus untuk pengadaan ini, sementara anggaran dari tingkat kota belum bisa kami akses untuk kebutuhan mendesak ini,” paparnya.

Untuk membangun kesadaran kolektif, pihaknya berencana mendokumentasikan kondisi nyata persampahan di lapangan dan mempublikasikannya melalui media sosial. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya berkeluh kesah atau mencela, tetapi menyadari bahwa perubahan dimulai dari kepedulian bersama.

Rencana tindak lanjut disiapkan hingga bulan Mei mendatang, yang mencakup penyusunan jadwal kerja rinci serta pertukaran informasi kondisi lapangan. Kunjungan langsung ke Desa Sawir diagendakan pada minggu depan untuk memantau lokasi dan menyepakati langkah konkret bersama warga.

Laporan: Firna Muttaqin