Jakarta – Terkait insiden diduga keracunan MBG yang mengakibatkan puluhan siswa-siswi SMAN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara harus dilarikan ke Rumah Sakit. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menyampaikan permohonan maaf dan akan memperketat pengawasan. Tak hanya itu, BGN juga melakukan tindakan administrasi berupa pencopotan Kepala SPPG dan menutup operasional dapur.
𝗕𝗚𝗡 𝗜𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗶𝗴𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗕𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮𝗴𝗶
Pada keterangan yang diunggah pada channel WhatsAp Sudaryono, kepala BGN itu menyampaikan keprihatinan dan segera melakukan langkah-langkah administrasi untuk tidak terulang kembali peristiwa tersebut.
Insiden di Kabupaten Karo lagi-lagi menjadi tamparan dan pengingat, setiap tahapan pelayanan makanan harus diawasi serius. Ratusan siswa terdampak, langkah pertama BGN adalah memastikan kondisi mereka dan kemudian mencari akar persoalannya.
“Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat. Tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional,” ujar Sudaryono.
Sudaryono juga mengungkapkan antara dirinya dengan daerah Karo memiliki ikatan moral.
“Saya dan Karo memiliki ikatan moral melalui marga Sitepu. Jangan menunggu masalah membesar untuk memperketat pengawasan. Kami minta maaf. Lekas sembuh,” ungkapnya.
(etw)



